Pages

  • Home
  • Experience
Diberdayakan oleh Blogger.
facebook linkedin twitter youtube
Izzulhaq Al Ma'ruf
    • TELADAN
    • MOTIVASI
    • EXPERIENCE
    • BOOK
    • CORETAN
    Halo  teman-teman !

    Kali ini aku berkesempatan untuk menulis sesuatu yang berbeda dan akan bermanfaat banget, terutama dalam merealisasikan tujuan hidup atau life purpose. Tulisan ini merupakan rangkaian dari penugasan Program Lead Others TELADAN 2019.  So, if you don’t have a life purpose yet, I recommend you to read this article.


    Bu Farida selaku GA di TELADAN Training 2019

    Bu Farida Mahri adalah founder dari Sekolah Alam Wangsakerta, yang menjadi inspirasiku untuk membuat tulisan ini. Sesuai visinya “Mewujudkan masyarakat yang cukup pangan, cukup energi, cukup informasi dan mampu menentukan diri sendiri”, Sekolah Alam Wangsakerta didirikan atas dasar “bermanfaat untuk orang lain”. Sekolah ini dibentuk melalui grup diskusi yang kemudian berbuah menjadi sebuah sekolah yang mampu menghidupi desa melalui peningkatan kemampuan mengelola alam dengan tidak melupakan pendidikan. Terbukti walaupun bertajuk “sekolah alam”, Sekolah Alam Wangsakerta telah bekerja sama dengan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) untuk menyelenggarakan sekolah paket A, B, dan C sehingga siswa Sekolah Alam Wangsakerta yang sebelumnya pernah putus sekolah dapat melanjutkan pendidikannya.
    Sekolah Alam Wangsakerta. Source : kumparan.com

    Apa yang membuat Bu Farida tergerak bermanfaat untuk orang lain hingga mendirikan sekolah ini?

    “Hidup itu bukan hanya untuk diri sendiri”.

    Bu Farida menjelaskan bahwa sejak kecil beliau sudah ditanamkan oleh kedua orang tuanya untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, tapi juga memikirkan orang lain. Hal tersebut mendorong beliau untuk pindah dari kota besar dan kembali ke daerah untuk membermanfaatkan diri untuk orang lain hingga akhirnya mendirikan Sekolah Alam Wangsakerta yang mampu mengelola tanah di sebuah desa yang tidak mendapatkan perhatian lebih, yang awalnya tanahnya tandus menjadi subur sehingga bisa ditanami.

    Lahan yang dikelola oleh Sekolah Alam Wangsakerta. source : instagram.com/farida.mahri

    Jika ditanya apakah perjalanan yang beliau lalui berlangsung dengan mulus, tentu jawabannya tidak. Banyak tantangan yang harus dihadapi seiring dengan perjalanan sekolah alam yang telah dirintis sejak 2017 ini, seperti ketidakpercayaan masyarakat sekitar akan keberlangsungannya. Namun Bu Farida percaya “Selama niatnya baik, seiring berjalannya waktu orang lain akan percaya dan mendukung”. Hal penting yang perlu ditanamkan adalah memastikan kita memiliki niat yang baik , tetap istiqomah dan percaya pada diri sendiri karena sejatinya pemimpin itu lahir dari kepercayaan dirinya yang besar.

    Sustainable Development Goals

    Perjalanan Bu Farida Mahri ini secara tidak langsung telah merespon poin-poin Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Beberapa poin tersebut adalah:

    1. No Poverty dan Decent Work and Economic Growth Melalui Sekolah Alam Wangsakerta ini, masyarakat setempat terutama pemuda diajak untuk belajar bersama memanfaatkan potensi alam yang ada di sekitar tempat tinggal mereka, yang pada akhirnya masyarakat dapat mandiri secara ekonomi. Secara tidak langsung, hal ini berdampak angka kemiskinan di daerah tersebut menurun dan pertumbuhan ekonomi meningkat.
    2. Quality EducationWalaupun bertajuk “sekolah alam”, Sekolah Alam Wangsakerta telah memiliki kurikulum sendiri dalam proses belajar mengajarnya. Pembelajaran tidak hanya tentang pengelolaan alam, tapi juga pengetahuan umum. Terbukti dari pemaparan Bu Farida terdapat siswa yang sebelumnya tidak bisa berbahasa Indonesia menjadi bisa berbahasa Indonesia. Selain itu, sekolah ini juga telah bekerja sama dengan PKBM untuk menyelenggarakan sekolah paket sehingga siswa yang sempat putus sekolah dapat melanjutkan pendidikannya.
    Kegigihan yang ditunjukkan oleh Bu Farida tentu menginspirasi banyak orang, bahwa tidak yang akhirnya memutuskan untuk kembali ke daerah (yang mungkin harus merelakan mimpi-mimpi besar untuk hidup elite) demi menghidupi desa. Dari perjalanan beliau, aku sangat terinspirasi untuk bergerak di bidang sosial juga terutama pendidikan. Aku sangat percaya bahwa pendidikan itu sangat penting sebagaimana yang disampaikan Nelson Mandela “Education is the most powerful weapon that you can use to change the world”. Pendidikan di daerah, terutama di desaku masih belum bisa dikatakan “inklusif” karena masih banyak yang belum bisa mengenyam pendidikan tinggi bahkan SMA dengan alasan ekonomi dan kurangnya motivasi.  

    Affordable and Clean Energy (SDGs-7)

    “Social and Science” is part of my soul, merupakan Life purpose yang ingin aku perjuangkan. Sebagaimana yang telah aku jelaskan bahwa aku ingin bergerak di bidang sosial sebagai pay it forward atas previlleges yang aku dapatkan, seperti bisa melanjutkan pendidikan di UGM, mendapatkan full scholarship dari Tanoto Foundation dan sebagainya. Namun sebagai mahasiswa program studi fisika, ada bagian yang perlu aku perjuangkan juga, bahwa “Sains itu lekat dengan kita”. Aku tertarik dengan isu energi terutama renewable energy sebagai respon dari isu SDGs poin ketujuh yaitu “affordable and clean energy” yang sebagaimana kita tahu isu ini tidak banyak disampaikan dan diperjuangkan.

    Program Mengajar di Bantul, DI Yogyakarta

    Hal yang pernah aku lakukan dalam rangka merespon isu tersebut bisa dikatakan belum masif sehingga masih perlu banyak aksi yang harus aku lakukan dalam memperjuangkan isu tersebut. Sejauh ini aku beberapa kali mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat, baik di daerah asal maupun di Yogyakarta. Pengabdian tersebut dalam bentuk bakti sosial, program mengajar hingga community development bidang sociopreneur yang saat ini sedang aku pelajari  melalui organisasi di kampus.

     
    Mengikuti International Science, Technology and Engineering Competition


    Di bidang sains, khususnya energi, belum banyak hal yang telah aku lakukan selain membuat tulisan dalam bentuk karya tulis atau esai yang kemudian aku suarakan melalui sebuah kompetisi. Selain itu, saat ini aku bersama teman satu fakultas sedang membuat official account di Instagram bertajuk “Sang Saintis” yang bertujuan mengedukasi para saintis dan calon saintis muda untuk mengembangkan potensi sebagai  mahasiswa sains yang diharapkan ikut menyuarakan isu-isu tentang sains dan mematahkan stigma bahwa “Sains itu hanya tentang rumus-rumus”.

    Jika ditanya tentang rencana di masa depan, tentu aku ingin terus memperjuangkan “social and science” dalam bentuk yang dapat diterima masyarakat. Rencana terdekat, aku bersama teman-teman seperjuangan ingin mengadakan sebuah program mengajar sains di daerah pelosok Yogyakarta di setiap weekend untuk mengajarkan sains baik sains secara teori, sains secara aplikasi maupun renewable energy pada anak-anak. Program ini diadaptasi dari program 1000 guru dimana mengajar sambil travelling. Nantinya melalui program ini (yang insyaAllah diadakan setelah pandemi berakhir dan kuliah normal) diharapkan mampu memberikan dampak positif terutama pada kompetensi saintek di daerah pelosok dan menginspirasi mahasiswa sains di seluruh Indonesia untuk melakukan aksi yang sama.

    Akhirnya, aku ingin menyampaikan terima kasih kepada Tanoto Foundation yang telah memberikan kesempatan untuk belajar bersama tokoh-tokoh penting yang semuanya memberikan insights yang luar biasa. Terima kasih kepada Ibu Farida Mahri atas pemaparan perjalanan menjadi “pejuang desa” yang sangat menginspirasi.

    Pesan dari Bu Farida untuk kita para mahasiswa “Jangan menjadi mahasiswa yang sibuk dengan diri sendiri hingga lupa meluangkan waktu untuk belajar bersama masyarakat”.

    -Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain-
    Continue Reading
    Selamat Hari Raya Idul Adha!

    Tahun ini adalah tahun keduaku merayakan momen Idul Adha jauh dari keluarga di Nganjuk. Aku yang notabene “anak rumahan banget” harus merelakan momen setahun sekali ini dan merasakan momen yang berbeda di tempat perantauan.
    Momen Idul Adha tahun lalu, berjalan menuju tempat salat Eid bersama para volunteer
    Oh ya, saat ini aku sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta dan sejak tahun kemarin harus merayakan Idul Adha di beberapa daerah di Yogyakarta. Tahun lalu, aku bergabung menjadi volunteer di salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang diinisasi oleh keluarga mahasiswa FMIPA UGM dan kegiatannya diadakan di daerah Gunungkidul. Tahun ini, aku memaksakan diri kembali ke Yogyakarta (setelah sebelumnya study from home selama 4 bulan) untuk memeriksa motor yang sudah lama kutinggalkan di asrama, mengikuti webinar dari Tanoto Foundation dan membawa barang-barang yang sekiranya perlu aku bawa ke Nganjuk untuk kuliah semester depan.
    Momen Idul Adha tahun ini. Salat Eid di jalan menuju masjid sebagai langkah guna memberlakukan physical distancing

    Apa sih yang membedakan momen Idul Adha di rumah dan perantauan?
    Karena tahun lalu aku bergabung di kegiatan pengabdian, perbedaannya ada di agenda dan cakupan kebermanfaatannya. Momen Idul Adha di rumah membuatku hanya merayakannya bersama keluarga, sedangkan tahun lalu aku bisa merayakannya dengan teman-teman seperantauan dan masyarakat setempat dimana aku bisa menebarkan kebermanfaatan.
    Mengabdi untuk warga desa

    Sedangkan tahun ini, aku bisa merayakannya dengan warga sekitar asrama dan teman-teman satu jurusan yang masih bertahan di Yogyakarta.

    Tapi selain perayaan, momen Idul Adha di perantauan juga memberikan insight yang berbeda tentang “Apa yang bisa dimaknai dari hari besar ini”, apalagi tahun ini momen hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) bersamaan dengan merebaknya wabah Coronavirus. Secara garis besar makna ini aku dapatkan dari khutbah yang disampaikan selepas salat Eid bahwa selama ini aku hanya memandang kisah Nabi Ibrahim dan Ismail yang seringkali disampaikan saat khutbah selepas salat Eid hanya dari satu perspektif saja. Sejatinya kisah tersebut memberikan banyak sekali perspektif dan pesan yang mungkin setiap orang bisa memiliki masing-masing perspektif tersebut.
    Idul Adha tahun lalu, bermain dan belajar bersama anak-anak SD setempat

    Momen Idul Adha tahun lalu memberikan pesan tentang keikhlasan. Bagaimana ketika kita sebagai hamba Allah ikhlas terhadap apa yang kita lakukan, baik itu yang bersifat duniawi maupun ukhrawi, Allah akan memberikan balasan yang lebih dari apa yang kita bayangkan. Kata “ikhlas” ini tidak main-main loh dan tidak cukup hanya diucapkan “aku ikhlas lahir batin”. Ada konsekuensi dari “ikhlas” ini bahwa kita melaksanakannya dengan semata-mata karena Allah, mengharapkan ridha dari-Nya. It’s absolutely hard but we have to try in every second of our life.   

    Momen Idul Adha tahun ini memberikan insight baru bahwa melalui hewan Qurban yang disembelih, kita juga harus belajar untuk meninggalkan sifat-sifat hayawaniyah yang mungkin selama ini tidak sadar kita miliki. Hewan hanya diberikan hawa nafsu saja berupa nafsu untuk mencari makan dan nafsu seksual untuk mempertahankan hidup dan tidak diberikan akal sehingga hewan tidak perlu berpikir nih apakah makanan ini halal atau haram. Nah kita sebagai manusia yang diberikan dua previlleges berupa hawa nafsu dan akal seharusnya tidak bertindak seperti hewan dong bahwa setiap tindakan yang kita lakukan harus dipikirkan terlebih dahulu, dapat diterima akal sehat dan tidak sekadar memenuhi hawa nafsu sahaja. Memang kita mau disamakan dengan hewan yang hanya mengedepankan hawa nafsu saja?

    Lastly, sejatinya jika momen Idul Adha benar-benar dapat dimaknai dengan benar dan diresapi dalam hati sanubari seharusnya tidak ada lagi tindakan bodoh nan dzalim yang dilakukan oleh manusia. Manusia melakukan tindak dzalim tersebut menandakan sifat hawaniyah di dalam dirinya masih belum hilang. Sifat yang hanya mengedepankan hawa nafsu, mementingkan diri sendiri dan merugikan orang lain. What should we do? Yuk kita maknai momen berharga yang hadirnya hanya setahun sekali untuk bermuhasabah diri apakah sifat hawaniyah dalam diri kita masih ada atau sudah berusaha kita hapus. Jika masih ada, mari berusaha kita hilangkan. JIka tidak ada, mari kita pastikan tidak muncul kembali.
    Continue Reading
    Sawadeekhap. 


    Selamat pagi teman-teman. Sepertinya sudah lama sekali aku tidak memposting lagi di blog ini sejak terakhir kali aku membagikan esai seleksi beasiswa Teladan Tanoto Foundation. Nah di musim pandemi ini,  aku ingin membagikan beberapa tips dan trik untuk teman-teman mahasiswa baru yang ingin mendaftar beasiswa apapun, khususnya beasiswa Teladan.
    Pelatihan Kepemimpinan Dasar TELADAN 2019



    Bagi yang belum tahu apa itu beasiswa Teladan dan Yayasan Tanoto Foundation, aku juga kasih beberapa informasi singkat tentang keduanya, kemudian disambung dengan sharing tips dan trik dari aku.

    Let’s start it !

    source : tanotofoundation.org

    Apa sih beasiswa Teladan? dan apa benefit yang didapatkan dari beasiswa ini?

    Well, sebelum kalian membaca artikel ini lebih jauh, kalian perlu cek website tanotofoundation.org dulu agar lebih tahu tentang beasiswa ini dan mendapatkan first insight tentang beasiswa ini.

    Sejatinya beasiswa Teladan ini baru launching di tahun 2018 untuk program beasiswa yang dimulai awal tahun 2019 which is tahun dimana aku apply. Beasiswa ini diberikan oleh Tanoto Foundation, sebuah Lembaga filantropi yang berdiri pada 1981 dibawah naungan Bapak Sukanto Tanoto yang sudah sejak lama berkomitmen untuk mendukung pendidikan Indonesia melalui beberapa program luar biasanya. Seperti beasiswa NCS (Natonal Champion Scholarship) sebelum tahun 2018.

    Tahu nggak sih kalo TELADAN itu merupakan sebuah akronim? Teladan itu singkatan dari “Transformasi Edukasi untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan”, dan merupakan beasiswa yang hanya diperuntukkan untuk Mahasiswa Baru (tahun pertama) dari 9 universitas mitra, diantaranya UI, ITB, UGM, IPB, UNDIP, UB, USU, UNRI, UNAND. So, jangan sedih bagi kalian yang bukan mahasiswa di universitas mitra karena sebenarnya beasiswa di kampus itu sangatlah banyak.

    Beasiswa ini termasuk bergengsi loh karena fasilitas yang diberikan oleh Tanoto Foundation ini tidak main-main dan benar-benar menunjang awardee-nya (yang biasa disebut Tanoto Scholars) untuk berprestasi. Beasiswa ini membiayai uang kuliah tungaal (UKT), memberikan living cost / uang saku bulanan (bener-bener dikirim per bulan, bukan per semester) yang nominalnya sekian (hahaha), memberikan dukungan pengembangan kepemimpinan melalui pelatihan, mentoring dan sebagainya.

    Intinya beasiswa ini provide fasilitas-fasilitas yang luar biasa, bahkan aku pernah ada forum bersama penerima beasiswa swasta se-UGM dan saat itu interviewer-nya tanya “Menurut kalian, bagaimana sih beasiswa yang ideal itu?”. Ada salah satu penerima beasiswa lain bilang kalo beasiswa yang ideal itu yang mencangkup uang kuliah, living cost dan mentoring, karena saat ini sejatinya mahasiswa itu butuh yang namanya softskill khususnya leadership skill untuk menunjang kehidupan pasca kampus mereka. Nah, aku sebagai Tanoto Scholars merasa bangga dong karena berhasil mendapat beasiswa yang bisa dikatakan ideal ini.

    Beberapa leadership skill yang diajarkan selama pelatihan tahun kemarin. Mungkin bisa memotivasi kalian untuk memperjuangkan beasiswa ini.


    Nah lanjut.
    Dengan fasilitas-fasilitas yang luar biasa ini tentu Tanoto Foundation tidak main-main dong dalam memilih penerima beasiswa. Dari 9 universitas mitra, beasiswa ini hanya memilih 150 Tanoto Scholars. Bahkan menurut data yang diberikan, pendaftar Teladan 2019 lebih dari 1000 pendaftar. Sangat kompetitif bukan?

    Lalu bagaimana caranya bisa lolos kalo persaingannya saja sangat ketat?

    Ini nih hal yang mau aku sampaikan bahwa sebelum kalian mendaftar beasiswa apapun itu, kalian harus tahu tujuan adanya beasiswa itu atau bisa disebut value apa yang dicari dan diharapkan oleh pemberi beasiswa tersebut.

    Nah, sedikit informasi yang ingin aku berikan bahwa sesuai namanya, beasiswa Teladan ini mencari mahasiswa yang “teladan” baik itu dalam akademik dan non-akademik. Dalam artian bahwa beasiswa ini mencari mereka yang cemerlang akademiknya tapi tidak lupa dengan non-akademiknya yang dibuktikan dengan pengalaman kepemimpinannya. Selain itu, beasiswa ini mencari mahasiswa yang memiliki value, tahu dirinya sendiri (self awareness) dan  punya plan masa depan yang tertata. Hal inilah yang tidak semua mahasiswa baru punya. Mereka kan baru “pindah status” dari siswa ke mahasiswa, which is tidak semua mahasiswa baru punya kapasitas-kapasitas tersebut. 

    So guys, bagi kalian yang ingin mendapatkan beasiswa ini, kalian perlu mempersiapkan : pertama, value apa yang kalian angkat (make it patent) dan pastikan value tersebut bener-bener kalian suarakan, baik di media sosial, curriculum vitae, esai yang nanti kalian akan buat dan saat wawancara. Kedua, kalian harus ikut dan berperan dalam minimal satu organisasi/komunitas yang kalian yakin dapat berkembang didalamnya (nantinya kalian bisa jelaskan ini dalam esai dan wawancara). Jangan lupa juga update informasi terkini agar tidak ketinggalan isu-isu yang sedang terjadi.

    So, dari bahasan yang agak ngalor-ngidul ini yang perlu  di-highlight adalah  be well-prepared untuk segala sesuatu yang ingin kita raih, termasuk beasiswa. Kita harus tahu at least informasi dasar (tujuan, value, program) tentang beasiswa yang ingin kita apply dan tentunya be authentic, genuine and be you!

    Nah, Kalau kalian ada pertanyaan atau ingin mengajak diskusi terkait persiapan kuliah dan beasiswa boleh banget nih kontak aku. Mohon maaf juga kalau postingan ini nggak koheren dan belibet. But anyway, semoga tetap bermanfaat ! 

    Khopkunkhap




    Continue Reading


    Halo Pejuang Beasiswa!

    Sebagai mahasiswa tentu memiliki keinginan untuk meringankan beban orang tua dalam menanggung biaya kuliah bahkan biaya hidup kita selama menempuh pendidikan, terutama bagi mereka yang memutuskan untuk merantau. Semangat meringankan beban orang tua ini diwujudkan dengan banyak hal. Salah satunya adalah dengan mendapatkan beasiswa. 

    Perlu diketahui bahwa kesempatan mendapatkan beasiswa di kampus itu sangat besar, terutama dengan hadirnya perusahaan dan yayasan yang memberikan beasiswa kepada para mahasiswa. Salah satu yayasan yang memberikan beasiswa tersebut adalah Tanoto Foundation.

    Tentu sudah tidak asing lagi dengan Tanoto Foundation, bukan?

    Tanoto Foundation adalah yayasan/organisasi filantropi yang didirikan oleh Bapak Sukanto Tanoto yang memiliki beberapa program unggulan guna meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Salah satu program tersebut adalah Teladan. Program Teladan sendiri baru dibuka tahun ini (2019) untuk batch pertamanya. 

    Untuk teman-teman mahasiswa yang sedang berjuang untuk mendapatkan beasiswa, Beasiswa Teladan bisa jadi referensi unggulan. Untuk pendaftarannya sendiri biasanya dibuka pada bulan September, namun tidak ada salahnya untuk mempersiapkan berkas dan mental mulai dari sekarang.

    Rangkaian seleksi Beasiswa Teladan lumayan panjang, dimana salah satu rangkaian seleksinya mengharuskan untuk membuat esai, dimana tema esainya mungkin akan berbeda setiap tahunnya. Tahun lalu, tema esai untuk seleksi Beasiswa Teladan adalah "Pernyataan mengenai diri kamu, apa yang kamu capai dan berikan terhadap Program Teladan, serta apa kontribusi kamu bagi masyarakat di sekitar kamu".

    Poin penting yang harus digarisbawahi adalah "Kontribusi". Sejatinya adanya Program Teladan adalah untuk mempersiapkan pemimpin-pemimpin Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, untuk teman-teman yang ingin membuat esai Beasiswa Teladan pastikan ketika membuat esai harus menitikberatkan pada poin "Kontribusi".

    Semangat memperjuangkan beasiswa. Semoga dimudahkan jalannya oleh Allah !

    Jika teman-teman menginginkan refrensi esai seleksi Beasiswa Teladan, bisa lihat langsung di akhir post ini. Esai tersebut merupakan esai yang ditulis oleh salah satu dari 150 penerima Beasiswa Teladan 2019.

    Semoga bermanfaat ya.
    Info Beasiswa Teladan : https://www.tanotofoundation.org












    Continue Reading

    Ilustrasi : Piper

    Manusia merupakan makhluk Tuhan yang sempurna. Makhluk yang dibekali akal pikiran dan hawa nafsu. Manusia diciptakan Tuhan dengan kelebihan dan kekurangan yang mana sebagai karakterisitik dan identitas tiap-tiap manusia. Kelebihan manusia merupakan aset dan potensi yang harus dikembangkan, sedangkan kekurangan merupakan hal yang tidak bisa dihilangkan, melainkan dapat dikurangi dan ditutupi dengan potensi yang dimiliki. Kita tidak dapat menafikan bahwa setiap manusia memiliki potensi luar biasa, namun terkadang potensi tersebut tidak disadari bahkan tidak diketahui. Kita pasti ingin mengetahui apa potensi yang kita miliki. Namun apakah potensi akan muncul begitu saja tanpa proses yang panjang?

    Belajar dari film pendek buatan Disney yang berdurasi kurang lebih enam menit “Piper” yang menceritakan burung Sandpiper di California yang dapat melawan rasa takutnya dengan terjangan ombak. Di hari pertama burung kecil belajar mencari makan, ia tergulung ombak sehingga membuatnya trauma, takut dengan air dan memutuskan untuk tidak beranjak dari sarang dan mendekati pantai lagi. Namun karena lapar, keesokan hari burung Piper ini memaksakan dirinya untuk keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dengan ketakutan dan trauma yang masih membayangi, burung Piper ini secara tidak sengaja melihat, belajar bagaimana cara Kelomang mencari makan dan menghindari terjangan ombak. Dengan pembelajaran luar biasa yang didapat, burung Piper ini sudah tidak takut dan trauma dengan ombak bahkan burung ini bisa berbagi makanan dengan kawanan Sandpiper dan terus mengumpulkan makanan hingga menjelang sore. Sebuah pesan berharga yang dapat diambil dari film Piper ini adalah kita sebagai makhluk yang berakal pikiran tidak diperkenankan untuk berhenti beradaptasi dan berusaha dalam menjalani kehidupan. Sekali dan dua kali takut itu biasa, namun jangan membuat ketakutan terus membayangi kita. Terkadang belajar dari apa yang kita amati di lingkungan dan meniru cara orang lain itu perlu. Jadi, jangan kekang diri kita dengan keterbatasan, jangan batasi diri kita untuk belajar dari lingkungan dan jangan menyerah dalam beradaptasi dan berusaha.

    Selain dengan melawan rasa takut yang kita miliki, dalam menggali potensi kita harus membiasakan diri dengan tiga aspek dapat diketahuinya masa depan seseorang. Tiga aspek tersebut adalah buku yang dibaca, seseorang yang ada di sekelilingnya dan sejauh mana dalam berpergian. 

    Buku merupakan sumber ilmu, sumber pengetahuan, dan sumber wawasan. Semakin banyak buku yang dibaca maka semakin banyak pengetahuan yang didapat. Semakin banyak pengetahuan yang didapat maka semakin luas pemikiran dan wawasan seseorang. Kita dapat menjamin bahwa seorang yang sukses tentu tidak melupakan buku dalam hidupnya. Mari sejenak kita melihat orang-orang yang ada disekitar kita. Apakah orang yang mendedikasikan buku dalam hidupnya sama dengan orang yang jarang membaca bahkan membuka buku? Tentu tidak. Perbedaan yang dapat dilihat adalah  segi intelektualitas. Seorang yang mendedikasikan buku dalam hidupnya akan memiliki wawasan dan pemikiran yang luas, sedangkan seorang yang jarang membaca buku tentu tidak akan memiliki wawasan seluas orang yang mendedikasikan buku dalam hidupnya. Namun apa semua buku sama? Tentu tidak juga. Genre dari buku sangat beragam. Oleh karena itu, untuk menambah wawasan dan pemikiran kita, biasakan untuk membaca buku  yang dapat membuka mata,  wawasan dan meralat apa yang sudah kita ketahui yang itu merupakan pengetahuan yang kurang benar. 

    “Jo takon songko wong siji takono kancane, kerana saktemene kanca manut kang ngancani”

    Syiir ‘Alala tersebut menjadi salah satu indikator seseorang dapat diketahui masa depannya. Orang-orang disekeliling kita baik itu teman, komunitas dan apapun itu akan menentukan masa depan kita. Masih hafal dengan hadits Nabi yang menjelaskan tentang ini? Seseorang yang berteman dengan tukang minyak wangi maka secara tidak langsung kita akan wangi, sedangkan dengan berteman dengan pandai besi maka secara tidak langsung juga kita akan ikut berbau gosong. Percaya atau tidak bahwa dengan kita sering bersama dan berkumpul dengan orang-orang sukses maka secara tidak langsung akan memotivasi kita untuk melebihi kesuksesannya. Namun dengan kita juga tidak boleh melupakan orang-orang sekitar termasuk orang yang lebih rendah dari kita baik dari segi jabatan, pendidikan dan sebagainya. Dengan berkumpul dengan orang yang lebih rendah akan menambah rasa syukur kita atas apa yang Allah anugerahkan. Hal terpenting dari semua itu adalah berusahalah untuk terus berkumpul dengan orang-orang baik, orang-orang sukses, dan orang-orang yang dapat menuntun kita pada kebaikan dan kesuksesan.

    Berbeda ndak sih orang yang telah sukses mengunjungi berbagai tempat dibandingkan dengan orang yang hanya di rumah saja?

    Indikator terakhir dapat diketahuinya masa depan seseorang adalah sejauh mana seseorang itu dalam berpergian. Dengan mengunjungi banyak tempat berbeda, secara tidak langsung kita telah mempelajari hal-hal baru, baik itu infrastruktur, kehidupan sosial, bahasa dan pengetahuan baru lainnya. Oleh karena itu, semakin beragam tempat yang kita kunjungi maka semakin luas pula wawasan kita yang mungkin belum diketahui orang lain.

    Dengan membiaskan diri kita dengan tiga aspek tersebut maka kita secara langsung telah menata masa depan kita. Kita membiasakan membaca buku wawasan baru sehingga membuat pola pikir kita terbentuk. Kita membiasakan berkumpul dengan orang-orang sukses sehingga mencambuk kita untuk mencapai kesuksesan. Kita membiaskan berpergian sehingga menambah wawasan akan struktur sosial tempat yang kita kunjungi. Namun kesekian dari pembahasan tersebut adalah modal dalam menggali potensi. Lalu bagaimana cara kita menggali potensi kita?

    1.       Mendekatkan diri kepada Allah SWT

    Segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT. Terus mendekat kepada Allah SWT dan tidak berhenti berharap. Allah akan mengetahui hambaNya yang sungguh-sungguh dan membukakan hidayah bagi orang-orang yang tidak berhenti berharap padaNya.

    2.      Fokus pada keahlian yang kita miliki

    Kita tidak dapat menolak bahwa semua makhluk Tuhan diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan. Keahlian merupakan wujud konkret dari kelebihan yang dimiliki seseorang. Sehingga tidak mungkin seseorang hidup tanpa keahlian meskipun itu kecil. Keahlian juga dapat diartikan sebagai salah satu potensi sehingga dengan kita terus memfokuskan diri pada keahlian kita maka kita secara tidak langsung menggali potensi yang kita miliki.

    3.       Menyusun strategi

    Banyak jalan menuju roma, banyak strategi pula yang dapat ditempuh seseorang dalam mewujudkan cita-cita. Strategi yang tepat akan membawa kita pada tujuan yang kita inginkan.

    4.       Memaksimal peran

    Kita hidup di dunia dengan menjalani sebuah peran yang dianugerahkan Allah. Peran yang sedang kita jalani sekarang harus benar-benar kita nikmati, jalani dan kita pelajari secara maksimal. Jangan sia-siakan peran kita saat ini karena tidak akan ada kesempatan kedua atau orang kekinian menganggapnya “Limited Edition”. Anggap peran yang sedang kita lakukan adalah jalan kita menuju tujuan yang kita harapkan. Tentu kita tidak akan menyia-nyiakan bukan? 

    Sebuah penghargaan yang berharga atas kelebihan dan kekurangan yang Allah berikan kepada hambaNya. Dengan kelebihan, seorang hamba akan memaksimalkannya dan menjadikannya potensi dan keahlian yang dimiliki. Dengan kekurangan, seorang hamba akan tetap bersyukur atas anugerah Allah dengan tidak meninggikan hati dan merendahkan orang lain. Potensi sebagai wujud dari kelebihan yang dimiliki seseorang terkadang belum diketahui oleh sebagian besar individu. Alasan yang mungkin melatar belakangi ini adalah rasa takut serta tidak mau beradaptasi dan berusaha. Banyak sekali mereka yang masih takut untuk keluar dari zona aman dan nyaman mereka sehingga terkesan seperti dimanjakan. Namun semua orang juga memiliki tujuan dan cita-cita. Alasan inilah yang seharusnya mampu membangkitkan seseorang untuk melawan rasa takut, terus berusaha dan beradapatasi, tidak membiarkan diri kita dalam keterbatasan, dan keluar dari zona aman dan nyaman untuk meraih ribuan prestasi.







    Continue Reading


    Source : https://cdn.brilio.net/news/2016/04/21/56202/10-ilustrasi-ini-bedakan-karakter-calon-sukses-dan-calon-gagal-1604215.jpg

    “Berhadapan dengan tantangan, bukanlah hal baru bagi seorang pemimpi”

    Semua orang tentu memiliki mimpi dan impian. Semua orang tentu menginginkan impiannya terwujud. Namun kebanyakan orang memiliki impian tanpa tahu bagaimana  cara merealisasikannya dan yang lebih parah lagi, tidak tahu bagaimana cara memulai meraih impian tersebut. Mereka kadang bercermin pada kesuksesan orang lain dan berharap memiliki kesuksesan yang sama. Padahal impian yang besar berawal dari tekad yang besar. Dengan tekad yang besar, kita akan  termotivasi untuk mewujudkan impian yang besar pula.

    Tekad merupakan keinginan yang besar yang diringi dengan kesungguhan. Bertekad bukan berarti hanya mengucapkan “Saya bertekad” di lisan saja, melainkan menancapkan keinginan besar kita dengan dilandasi kesungguhan dan usaha yang nyata. Bersungguh-sungguh berarti tidak main-main dalam berproses meraih impian. Usaha nyata berarti tidak melakukan hal sia-sia untuk mewujudkan impian. sehingga dapat dikatakan bahwa Tekad yang besar berbanding lurus dengan kesuksesan. 

    Kita tentu pernah berpikir tentang kesesuaian impian dengan kondisi kita. Apakah impian itu sesuai dengan passion kita? Apakah impian itu dapat didukung oleh lingkungan? Dan apakah saya mampu dengan impian itu? Dengan problematika seperti itu, kita harus menganalisisnya dengan SWOT (Strength, Weekness, Opportunities, Threat). Kita harus menganalisis kelebihan kita sebagai modal utama dalam meraih impian. Kita harus menganalisis kekurangan kita sebagai pacuan untuk menguranginya dan menutupinya dengan kelebihan-kelebihan kita yang lain. Kita harus mengetahui peluang sebagai dukungan untuk kita dalam meraih mimpi, serta kita harus mengetahui ancaman sebagai tantangan bagi kita untuk melawannya. Sehingga dengan terjawabnya 4 persoalan tersebut, maka dapat terjawab pula pertanyaan “Apakah impian itu sesuai dengan kita?”.

    Dalam perspektif Agama, bertekad dapat dikatakan dengan “Tawakkal”. Kita tahu bahwa tawakkal adalah berserah diri kepada Allah. Apakah ini berarti kita berserah diri dengan diam tanpa usaha? Bukan seperti itu.  Inti dari tawakkal adalah berserah diri kepada Allah setelah berikhtiar maksimal. Sehingga setelah kita berikhtiar maksimal, Allah lah yang menentukan apakah impian kita akan terwujud. Kita semua percaya bahwa semua impian akan terwujud. Semua impian akan tercapai. Namun kembali lagi, Allah Sang Good Planner. Allah yang berhak menentukan kapan impian itu akan terwujud. Bisa jadi itu tidak baik untuk kita, namun itu baik bagi Allah. Begitupun sebaliknya. Jadi intinya, kita harus benar-benar bertawakkal kepada Allah atas segala sesuatu.

    Dalam SWOT disebutkan “Threat” yang berarti ancaman. Tentu dalam berproses meraih mimpi, banyak sekali ancaman yang datang yang biasanya dapat menyurutkan semangat dalam meraih tujuan, baik itu internal maupun eksternal. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemalasan sering sekali melanda kita, yang kadangkala membuat kita sejenak melupakan mimpi kita. Namun kita harus tetap fokus menatap impian kita. Kita harus sadar bahwa disaat kita sedang bermalas-malasan, maka saat itu lawan-lawan kita sedang rajin dan tekun. Kadangkala kita terlalu percaya diri dan ambisius dalam meraih mimpi. Padahal dengan kita terlalu berambisius, kita akan merasa lebih terpuruk ketika impian itu tertunda. Kita harus memiliki landasan ideal yaitu “kegagalan bukanlah suatu kehancuran melainkan suatu impian yang tertunda”. Sehingga ini akan membuat kita termotivasi untuk belajar dari kekurangan-kekurangan dan menyiapkan usaha berkali lipat dari sebelumnya.

    Bismillah.. Semua impian akan terwujud. Kita percaya Allah Sang Best Planner. Yang menjadi tugas kita adalah bertekad kuat diiringi kesungguhan dan usaha nyata. Kita harus menghadapi segala tantangan dan rintangan. Kita harus melawan rasa malas. Kita harus bersiap untuk menghadapi masa depan gemilang. 

    There is always a light in tunnel.-

    Continue Reading
    Impian Tak akan Selalu Menjadi Impian

    Logo Program Siswa Mengenal Nusantara (sebelum perubahan)



    Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang berdiri di kawasan khatulistiwa dengan pesona keanekaragaman serta pemandangan yang menakjubkan. Jika kita ingin menghitung kebudayaan serta pesona Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke, tentu kita tidak akan sanggup mewujudkan keinginan itu. Atas dasar itulah, Kementerian BUMN menyelenggarakan sebuah program hebat “Siswa Mengenal Nusantara 2017” yang akan memperkenalkan keberagaman kebudayaan serta pesona Indonesia kepada para generasi muda selaku agent of development. Tentu tidak ada yang tidak tertarik dengan program tersebut, termasuk saya. Saya  Moch. Izzul Haq Al Ma’ruf lahir di Nganjuk, 28 Januari 2000. Meskipun berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, namun keterbatasan ini tidak membuat saya terbatasi. Justru lebih memotivasi saya untuk terus berkarya menggapai cita-cita. Saya bersekolah di SMAN 1 Tanjunganom, sebuah sekolah yang telah menyandang gelar Adiwiyata Mandiri tahun 2016, dengan visi sekolah “Beriman dan Bertaqwa, Berkepribadian Luhur, Berprestasi, Terampil dan Berwawasan Lingkungan”. Visi sekolah bukan hanya sekadar ungkapan, melainkan sebuah harapan dan cita-cita. Mewujudkan visi  sekolah merupakan sebuah tanggung jawab. Tanggung jawab itulah yang memotivasi saya mengikuti program Siswa Mengenal Nusantara tahun 2017.

    Saya pernah membaca sebuah ungkapan dari Bung Karno yang sangat memotivasi “Apabila ingin mutiara, maka harus berani terjun di lautan dalam”. Apa hikmah yang dapat diambil dari ungkapan tersebut?, jawabnya adalah banyak hal yang dapat kita petik. Untuk menggapai cita-cita, kita harus berani mengambil resiko yang tidak kecil. Rintangan, halangan serta kegagalan tentunya akan terus berjalan mengiringi kita.   Apabila di dalam diri kita masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat sesuatu, maka hasilnya adalah malu dan takut itu sendiri. Tuhan telah menakdirkan kita pada suatu hal, namun hal itu tak akan pernah terwujud jika kita hanya diam tanpa usaha. Dengan semangat “Man Jadda Wajada”, saya telah membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak akan membuat kita terbatasi untuk meraih ribuan prestasi. Dengan kegigihan usaha, hal yang menurut saya hanya sebuah impian, kini menjadi sebuah kenyataan. Saya dapat meraih NUN tertinggi se Kabupaten Nganjuk pada tahun 2015. Pencapaian yang mungkin menurut sebagian orang mustahil didapatkan oleh seorang anak dengan keterbatasan ekonomi, namun saya dapat mematahkan opini mereka dengan pencapaian ini. Saya percaya tidak ada hasil yang mengkhianati usaha dan saya percaya Tuhan akan  selalu menyertai di setiap langkah kita.

    Alhamdulillah, saya diberi kesempatan oleh sekolah untuk mengikuti seleksi Siswa Mengenal Nusantara 2017. Sebuah kesempatan  yang tidak semua siswa dapat memilikinya. Saya sangat antusias mengikuti program tersebut karena di samping mewujudkan visi sekolah, ini merupakan sebuah perwujudan bakti saya terhadap negeri tercinta ini. Membangun jiwa kompetisi serta kerja keras merupakan salah satu alasannya. Saya bertekad untuk mengikuti program Siswa Mengenal Nusantara 2017 karena tentunya sebuah pengalaman berharga akan tercipta melalui keikutsertaan saya dalam program tersebut. Pengalaman berharga akan keberagaman Nusantara akan memupuk rasa percaya diri kita sebagai bangsa yang besar. Bangsa yang besar merupakan bangsa yang percaya akan kekuatan dirinya. Saya percaya keberagaman Indonesia tidak akan membuat kita berbeda, melainkan membuat kita berdiri kokoh di atas perbedaan itu. Dengan semangat kerja keras, doa orang tua serta ridho Tuhan, saya yakin impian tak akan selalu menjadi impian. Mengikuti  program Siswa Mengenal Nusantara 2017 merupakan impian saya, semoga impian itu menjadi sebuah kenyataan. Amin.



    Continue Reading
    Keragaman Nusantara Ciptakan Kesatuan Indonesia


    Peserta SMN Jawa Timur 2017 di PT Aspal, Pulau Buton

    Indonesia merupakan negara yang indah, dihiasi dengan kekayaan alam dan budaya. Kekayaannya tersebar luas di 17.058 pulau dari Sabang sampai Merauke, dengan keragaman dan keunikan yang menunjukkan keanekaragaman Nusantara. Meskipun penuh dengan keberagaman budaya, Indonesia selalu tetap satu sesuai dengan semboyan negeri ini “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti  walaupun berbeda tetapi tetap satu jua

    Indonesia adalah "Archipelago Country", terdiri dari beberapa gugus pulau  dan dikelilingi oleh bahari yang indah. Setiap daerah di Indonesia tentu memiliki keragaman yang berbeda baik suku, bahasa, budaya maupun adat istiadat. Mungkin mayoritas dari kita tidak berpikir untuk melihat secara langsung bagaimana keragaman Nusantara itu. Kita kadang merasa sudah puas mengenal dan mempelajarinya dari buku, majalah dan media lain tanpa perlu membuktikannya. Oleh karena itu, sebagai wujud pengenalan Indonesia kepada para generasi emas bangsa, Kementerian BUMN Mengadakan program "Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2017" yang akan memberikan wawasan Nusantara kepada Agent of development melalui program pertukaran pelajar antar daerah. Alhamdulillah, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti SMN Jawa Timur  2017 mewakili Kabupaten Nganjuk. Sebuah kehormatan dan kebanggaan yang luar biasa dapat mengenal dan mempelajari kebudayaan daerah lain, menggali dan membuktikan keragaman Indonesia yang sebelumnya belum pernah saya ketahui dan menyampaikan  kebanggaan saya terhadap Indonesia. Ini merupakan impian yang saya tulis dalam kertas life plan dan harapan yang selalu saya sebut dalam setiap doa. Oleh karena itu, perjalanan Siswa Mengenal Nusantara 2017  ini,  saya sebut dengan “Perjalanan Impian”
    Peserta SMN Jatim berfoto Bersama setelah pembekalan dengan PIC SMN


    Peserta SMN Provinsi Jawa Timur dikirim ke Sulawesi Tenggara untuk mempelajari dan saling bertukar informasi tentang keanekaragaman daerah masing-masing. Seperti yang kita ketahui bahwa Jawa Timur dan Sulawesi Tenggara berada di pulau yang berbeda dan dipisahkan oleh garis budaya yang berbeda pula, sehingga ini menjadi motivasi saya untuk mengenal dan mempelajari kebudayaan Sulawesi Tenggara lebih mendalam baik dari segi bahasa, adat istiadat maupun kuliner. Ini merupakan sebuah "Gold Chance" untuk saya karena dapat melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Sulawesi Tenggara itu yang biasa hanya saya dengar melalui media informasi.

    Peserta SMN 2017 terdiri dari 38 siswa yang memiliki latar belakang, prestasi, maupun karakter yang beragam. Karakter tersebut di antaranya adalah humoris, introvet, agamis dan sebagainya. Mereka semua juga berprestasi dalam bidang yang berbeda-beda. Ada yang merupakan Medalis OSN, Medalis pencak silat, Penari Gandrung, bahkan juara StandUp Comedy. Prestasi-prestasi tersebut  mencerminkan bahwa Indonesia memiliki keberagaman yang tidak terpisahkan melainkan saling menyatukan menjadi satu kesatuan yang utuh.


    Sesaat sebelum naik pesawat untuk berangkat ke Sulawesi


    Sebelum berangkat ke Sulawesi Tenggara, semua peserta dibekali pengetahuan tentang BUMN, dan dilepas secara ceremonial  di Plaza BRI Lantai 23 oleh direktur Bank BRI selaku PIC SMN Jawa Timur. Acara tersebut dihadiri pula oleh perwakilan/utusan dari PT Sier, PT Jasa Tirta 1 , PT Inka dan PT Garam selaku Co PIC. Materi pembekalan yang disampaikan adalah profil singkat tentang BUMN, dalam hal ini adalah PIC dan Co PIC SMN Jawa Timur. Melalui pembekalan ini, saya mengetahui bagaimana kinerja Bank BRI selaku bank terkomersil di Indonesia, Kinerja PT Inka sebagai produsen kereta api di Indonesia, kinerja PT Sier sebagai penyedia lahan industri dan penyedia jasa serta kinerja PT Jasa Tirta 1 sebagai polisi air sungai, danau dan bendungan di Jawa Timur. Saya mulai menyadari bahwa besar sekali kontribusi BUMN terhadap Indonesia baik dalam urusan perbankan, transportasi, telekomunikasi bahkan lingkungan.  Apakah Indonesia dapat hidup tanpa BUMN? Let’s think it.

    Langit atas Laut Jawa 


    Pernah berpikir untuk naik pesawat terbang gratis? Tidak. Saya belum pernah bahkan tidak pernah berpikir untuk naik pesawat terbang dibiayai BUMN. Laksana hadiah yang turun dari langit, ini merupakan impian saya. Mungkin semua orang juga memimpikannya. Saya percaya semua impian akan terwujud, semua impian akan dikabulkan oleh Tuhan. Namun Tuhan-lah yang menentukan kapan impian itu terwujud. Kami peserta SMN berangkat ke Kendari melalui Bandara Internasional Juanda. Kami tiba di Bandara dengan memakai jaket dan topi merah putih layaknya kontingen Timnas Indonesia. Kami menyerukan yel-yel Jawa Timur dan SMN dengan kompak yang membuat orang sekitar kami berdecak kagum. Inilah cara kami menyampaikan semangat untuk diri kami sendiri yang tentunya akan berimbas kepada orang lain. Kami terbang ke Kendari menggunakan pesawat Batik Air dan melaju dengan cepat melintasi laut Indonesia yang indah.  It's my first flighting

    Perjalanan udara ke Kendari membutuhkan waktu selama tiga jam. Perjalanannya mengarungi lautan Indonesia yang elok dan melintasi pulau-pulau kecil yang menawan. Pernahkah kalian merasakan berada di ketinggian 300 m di atas permukaan laut? Saya sudah merasakannya. Sensasinya benar-benar luar biasa seperti melayang diudara. Saya bisa melihat awan dengan jelas dan melihat keindahan Indonesia dari ketinggian. Saya juga berkesempatan memotret sayap pesawat di udara karena kabetulan saya mendapat tempat duduk di dekat jendela. It’s an amazing sensation.

    Transit di Bandara Sultan Hasanuddin

    Sebelum ke Kendari, kami harus transit terlebih dahulu di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Kalian tentu tahu siapa itu Sultan Hasanuddin. Dia adalah "Ayam Jantan Dari Timur". Sultan sekaligus pahlawan dari Kerajaan Makassar ini merupakan pejuang bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan melawan VOC, yakni badan usaha dagang milik Belanda yang kerap melakukan monopoli perdagangan. Di Bandara Makassar ini kami peserta SMN juga sempat berfoto bersama sembari menyerukan yel-yel dramatis kami. Sekali lagi, banyak sekali orang-orang/penumpang lain yang melihat kami dengan tatapan terpana. Transit di Makassar hanya sekitar 45 menit. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan menuju bumi Lulo, Sulawesi Tenggara.

    Perjalanan menuju Bumi Lulo melintasi laut Sulawesi. Keindahan alam Indonesia memang tidak pernah dikalahkan oleh negara lain. Seakan pusat keindahan dunia itu ada di Indonesia. Setelah menempuh waktu satu jam, kami tiba di Bandara Haluoleo, sebuah nama bandara yang asing bagi kita namun tidak bagi warga Sulawesi Tenggara. Dia adalah pahlawan pejuang Indonesia yang telah mengorbankan nyawanya untuk negeri ini. Di Bandara Haluoleo kami disambut oleh Pimpinan Pegadaian dan Indonesia Reasuransi selaku PIC dan Co PIC SMN Sulawesi Tenggara dengan prosesi penyambutan yang luar biasa. Ada pengalungan bunga dan arakan yang dipimpin oleh cucuk lampah dengan baju adat Sulawesi tenggara. Baju adat Sulawesi Tenggara ini seperti baju adat Bodo khas Sulawesi Selatan, baik dari hiasan kepala maupun model kostumnya. Tak hanya itu, kami juga diliput oleh Stasiun Televisi lokal yakni Sultra TV. Rencananya semua kegiatan SMN akan diliput secara eksklusif oleh Tim Sultra TV yang turut serta mengikuti rangkaian kegiatan SMN, melbu tv rek !.

    Peserta SMN Jatim berfoto didepan Hotel Zahra Kendari



    Kami diantar ke hotel Zahra Syariah, tempat menginap kami selama di Kendari dengan mobil-mobil pengantar utusan Pegadaian. Selama perjalanan menuju hotel, saya sempat melihat sekilas keindahan kota Kendari. Kota Kendari memiliki keunikan yang berbeda dari Jawa Timur. Kita mengetahui bahwa mayoritas rumah di Jawa Timur menggunakan atap genteng, namun rumah-rumah di Sulawesi Tenggara menggunakan seng sebagai atapnya. Setelah menempuh waktu 1 jam, kami tiba di Hotel. Saya mendapat kamar nomor 230 bersama peserta asal Kabupaten Pasuruan. Kami saling bertukar informasi mengenai keunikan daerah dan sekolah masing-masing. Saya juga  mengenalkan program Adiwiyata sekaligus program UKS yang merupakan tanggung jawab saya sebagai warga dari sekolah yang menjunjung tinggi pelestarian lingkungan hidup.

    A great journey Begins. Kami siap mengenal dan mempelajari seluk beluk Sulawesi Tenggara. Walaupun kami tidak akan mungkin dapat mengetahui semua tentang Sulawesi Tenggara, namun setidaknya ini dapat menjadi bekal cerita saya kepada teman-teman akan keindahan dan keanekaragaman Sulawesi Tenggara sebagai salah satu bagian dari Indonesia. Perjalanan ini dimulai dengan acara Penerimaan peserta Jawa Timur di Sulawesi Tenggara yang secara resmi disaksikan oleh pimpinan BRI dan Pegadaian yang diadakan di Grand Clarion. Acara berlangsung hikmat dan lancar bersamaan diserukan yel-yel dramatis kami. Semua hadirin terasa terngaga dengan kekompakan peserta asal Jawa Timur yang sudah dikenal akan keberanian dan semangatnya yang membara. Dalam acara penerimaan ini, Pimpinan Pegadaian menyampaikan ucapan selamat datang kepada peserta SMN dari Jawa Timur di bumi Anoa, Sulawesi Tenggara. Beliau juga menyampaikan harapan agar peserta SMN Jatim dapat mempelajari keunikan Sulawesi Tenggara, sehingga menambah rasa kebanggaan dan cinta terhadap Indonesia

    "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawan". 
    Hari Senin (31/7), hari dimulainya petualangan mengenal Nusantara. Setelah santap pagi, kami memulai perjalanan impian ini. Kami menaiki Bus transportasi milik Dinas Perhubungan yang memang secara langsung ditujukan untuk peserta SMN. Busnya sangat nyaman dan bersih sesuai dengan cerminan adiwiyata. Tujuan perjalanan impian hari pertama ini adalah mengunjungi museum sebagai wujud pengenalan sejarah kepada peserta agar tidak melupakan sejarah bangsanya. Museum Sulawesi Tenggara ini memiliki koleksi yang beragam yang dikelompokkan dalam macam-macam kategori,  di antaranya geologika, biologika, etnografika, historika, dll.  Saya sangat suka mempelajari sejarah karena dengan sejarah saya bisa tahu bagaimana proses perjuangan bangsa ini  hingga sampai pada usia ke-72 tahun
    Di museum  Sulawesi Tenggara ini setidaknya ada 600 koleksi benda bersejarah. Ada koleksi kerangka Ikan paus yang ditemukan di Muna. Ada juga peninggalan perahu bajo, transportasi masyarakat suku Bajo ketika melaut. Suku Bajo memang dikenal dengan masyarakat laut. Mereka lebih banyak menghabiskan waktunya di tengah laut dibandingkan di daratan. Karena itu,  ada semacam ritual khusus kelahiran bayi suku Bajo, konon bayi yang baru lahir harus dimasukkan/diceburkan ke dalam laut. Tujuannya adalah sebagai pengenalan kebudayaan suku Tolaki yang identik dengan laut. Saat ini suku Bajo mendiami kepulauan Muna. Selain itu, ada koleksi mobil yang dulunya pernah dikendarai oleh Presiden Indonesia yang kedua dan Gubernur pertama Sulawesi Tenggara. Saya merasa sangat bangga dapat mengunjungi museum ini karena saya dapat menambah pengetahuan sejarah Indonesia. Selain mempelajari sejarah, kita juga harus mempelajari sekaligus melestarikan kebudayaan Indonesia.


    Taman Budaya Provinsi Sulawesi Tenggara
    Kami melanjutkan perjalanan impian ini ke Taman Budaya, tempat kami bisa menambah wawasan kebudayaan Indonesia. Kami mempelajari Tari Lulo yang sangat  fenomenal dimata masyarakat Sulawesi Tenggara karena memiliki makna persaudaraan / persahabatan. Tarian ini dimainkan oleh laki-laki dan perempuan yang saling menggenggam tangan satu dengan yang lain dan membentuk formasi lingkaran. Kami peserta SMN sangat kesulitan menirukan tarian Lulo yang kebanyakan hanya memainkan gerak kaki. Hingga akhirnya setelah sekian lama mencoba dan mencoba, kami dapat menarikan tari Lulo walaupun masih kaku. Saya sangat senang dan bangga dapat menarikan tari Lulo meskipun masih bagian dasarnya. Saya berniat untuk menarikan tari Lulo di hadapan warga sekolah agar tidak akan ada perpecahan di kalangan warga sekolah, melainkan hanya ada  persaudaraan dan persatuan yang kukuh.

    Mempelajari tarian Lulo, inilah saatnya kami menghadap kepada pemimpin Sulawesi Tenggara. Kami menghadap di Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara. Sekali lagi, kami juga disambut dengan tarian khas daerah yang belum saya ketahui. Kami masuk ke dalam ruangan rapat para pejabat. Kunjungan kali ini serasa kurang lengkap karena Bapak Gubernur sedang ada urusan di luar, sehingga kami dihadapkan kepada Bapak Sekretaris Daerah. Kali ini peserta SMN berkesempatan untuk menari tarian tradisional Jawa Timur. Peserta asal Banyuwangi menampilkan tari Gandrung dengan luwes dan anggun. Bapak Sekretaris Daerah nampak terpesona dengan keanggunan tari gandrung. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan sekilas seluk-beluk tentang Sulawesi Tenggara. Beliau mengatakan bahwa mayoritas penduduk Sulawesi Tenggara adalah suku Tolaki. Namun seiring dengan kebijakan pemerintah mengenai pemerataan penduduk, Sulawesi Tenggara kini banyak didiami penduduk dari suku Jawa dan Sumatera. Sulawesi Tenggara juga dikenal dengan daerah yang “adem ayem”, saling menjaga persaudaraan sesuai dengan mottonya “Lulo”. Setelah menghadap di Kantor gubernur, kami melanjutkan perjalanan impian ini ke Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Disana terdiri dari beberapa rumah adat Laika yang masing-masing merupakan pusat kerajinan daerah di Sulawesi Tenggara. Ada pengrajin tenun, pengrajin emas dan perak, dan pengrajin serat. Coba bayangkan jika seluruh provinsi di Indonesia mempresentasikan kerajinan khas daerah masing-masing, tentu ratusan bahkan ribuan kerajinan unik dan berbeda yang dapat ditampilkan. Setelah dari Dekranas, kami kembali ke hotel untuk beristirahat sembari melanjutkan perjalanan impian lewat mimpi-mimpi indah kami.

    Hari Selasa (1/8) adalah hari kedua kami di Sulawesi Tenggara Selasa gembira adalah tajuk untuk perjalanan impian kali ini. Perjalanan kali ini dimulai dengan kunjungan ke Kantor Pegadaian Cabang kota Kendari. Mungkin kebanyakan orang mengetahui Pegadaian sebagai tempat untuk menggadai barang-barang. Padahal selain itu ada banyak sekali pelayanan lain yang diberikan untuk nasabah. Salah satunya adalah berinvestasi untuk masa depan. Masa depan adalah hal yang harus diperhatikan oleh semua orang. Tentu semua orang tidak mau masa depannya hancur. Oleh karena itu,  Pegadaian mengajak kami untuk berinvestasi emas. Ada orang yang mengatakan bahwa "Uang itu dibelanjakan, bukan ditabung". Kebanyakan masyarakat Indonesia lebih memilih untuk menabung dalam bentuk uang. Mereka kurang menyadari bagaimana siklus perubahan nominal uang. Dahulu dengan uang 500 rupiah kita sudah bisa makan kenyang. Namun sekarang apakah kita bisa makan kenyang hanya dengan uang 500 rupiah? Tentu tidak, bahkan kita hanya akan mendapatkan satu permen/lolipop. Sekarang ini bukan lagi jamannya untuk berinvestasi dalam bentuk uang. Investasi emas sekarang lebih menjanjikan. Mengapa demikian? Karena siklus harga uang tergolong naik tiap tahunnya. Dengan kenyataan demikan, saya berencana untuk membuka tabungan emas di Pegadaian setelah kembali nanti. Ini merupakan sebuah kepedulian saya terhadap masa depan. Saya bercita-cita ingin melanjutkan pendidikan di Universitas tertua di Indonesia dan dapat memberangkatkan orang tua ke Tanah Suci. Apakah semua itu tidak butuh biaya.

    Setelah mendapatkan pengetahuan tentang berinvestasi, kami juga mendapatkan materi mengenai kewirausahaan/enterpreneurship dengan berkunjung ke UD Naga Geni. UD Naga Geni merupakan sentra usaha di Kota Kendari yang bergerak dalam bidang meubel. Banyak sekali hasil karya yang telah dibuat di sentra usaha ini, dimana salah satunya ada yang diekspor ke Vietnam, Philippines bahkan Thailand. Saya pun turut bangga karena hasil karya anak negeri dapat bersaing dikancah dunia. Pemilik Sentra usaha inipun menjelaskan bahwa kayu-kayu yang digunakan adalah kayu yang memang dikelola oleh Pemerintah daerah dan persediaan kayu ini tidak akan pernah habis. Kayu yang digunakan adalah kayu yang berpenyakit. Mengapa demikian? Karena kayu berpenyakit  merupakan Gembol yang sangat baik untuk diukir.

    Setelah puas dengan hasil karya dari UD Naga Geni, kami melanjutkan perjalanan impian kami ke SMAN 4 Kendari. Sekolah ini merupakan sekolah terfavorit di Sulawesi Tenggara. Kami peserta SMN disambut meriah oleh pihak  sekolah. Kepala Sekolah, dewan guru, Osis dan Siswa turut serta menyambut kami. Banyak sekali informasi yang bisa saya dapatkan baik dari segi intern maupun ekstern sekolah. Saya juga mendapat teman baru dari sekolah terfavorit ini. Namanya Syair. Ada satu pelajaran yang bisa saya petik dari  seorang Syair ini,  yaitu memiliki semangat bersekolah yang tinggi walaupun jarak dari rumah ke sekolah itu 20 km. Selain itu, Saya juga menyampaikan pilar-pilar adiwiyata kepada mereka, sehingga kami saling mempelajari keunikan sekolah masing-masing. Setelah puas bertukar informasi di SMAN 4 Kendari, kami melanjutkan perjalanan impian ini ke Pulau Bokori, pulau kecil dikawasan Tanjung Soropia, kabupaten Konawe. Pulau ini sangat kecil namun memiliki keindahan yang luar biasa. Pasir putih nan bersih serta pepohonan kelapa yang menjulang tinggi melengkapi keindahan dari pulau kecil ini. Untuk mencapai pulau ini, kita harus naik perahu selama kurang lebih setengah jam. Pulau ini disebut sebagai Surga lepas di pantai Kendari karena keindahannya. Setelah puas menikmati keindahan surga dunia ini kami harus kembali ke hotel dan berkemas untuk melanjutkan perjalanan ke Bumi Aspal keesokan hari.
    Aing berkesempatan foto di Pulau Bokori


    Perjalanan impian hari ketiga (2/8) dimulai dengan sarapan di hotel. “Rabu Bau-bau” adalah tajuk perjalanan kali ini. Kami peserta SMN bersama-sama berangkat ke Pulau Buton. Perjalanan ini membutuhkan waktu 5 jam. Kami menaiki perahu cepat "bahari express". Perjalanan ke Pulau Buton melewati lautan Indonesia yang indah. Selama di perjalanan kebetulan saya duduk didekat repoter Sultra TV. Mereka memberikan informasi singkat tentang tempat yang akan kami tuju. Salah satunya adalah benteng buton yang merupakan benteng terbesar di dunia. Ombak laut yang meliuk-liuk membuat saya mabuk perjalanan. Oleh karenanya, perjalanan ke pulau buton saya habiskan dengan tidur pulas. Sebelum tiba di Pelabuhan Buton, kami harus transit terlebih dahulu di Kota Raha. Ada satu hal yang menarik di Kota ini, yaitu penjual asongan menaiki kapal dengan cara meloncat seperti "Spiderman" tanpa menghiraukan keselamatannya. 

    Perjalanan dilanjutkan  ke titik tujuan kami, yaitu Pulau Buton. Untuk menuju Pulau Buton, kita harus melalui pelabuhan Murhum. Mungkin nama pelabuhan tersebut terdengar asing. Murhum adalah Sultan Kerajaan Buton pertama setelah beralihnya status dari kerajaan menjadi kesultanan. Beliau merupakan raja yang baik dan bijaksana. Walaupun sejarah kesultanan Buton tidak dicantumkan dalam materi pembelajaran di sekolah, tetapi saya tetap antusias dalam mempelajarinya. Karena ini merupakan kekayaan historika Indonesia. Setelah tiba di pelabuhan, kami harus segera menghadap Wali Kota Baubau. Baubau merupakan ibukota dari Buton. Bisa dikatakan bahwa pusat kota untuk daerah kepulauan di Sulawesi Tenggara adalah Kota Baubau. Kantor Walikota Baubau memiliki seni artistik bangunan yang indah. Di depan kantor Walikota, ada patung ekor naga yang mana kepala dan tubuhnya berada di pantai kamali. Patung naga ini memiliki filososfi yang erat hubungannya dengan etnis Cina. Dahulu kota Baubau banyak didiami oleh masyarakat Cina. Namun seiring berjalannya waktu, etnis Cina yang mendiami kota Baubau berangsur-angsur berkurang. Pertemuan dengan pemimpin kota ini berlangsung lancar. Sajian tarian khas daerah juga melengkapi acara ini.  Bapak Walikota berpesan bahwa para siswa pertukaran pelajar daerah harus mempelajari kota Baubau ini dengan cermat karena banyak sekali hal-hal unik yang bisa didapatkan di kota tempat juara D Academy 4 ini, baik dari segi budaya, etnik dan sebagainya. Setelah berfoto dan bersalaman bersama, kami melanjutkan perjalanan impian ini ke Benteng Buton. Benteng Buton adalah benteng yang didirikan di atas tebing yang mana dibangun bukan untuk kepentingan perang melainkan untuk melindungi masyarakat dari bahaya luar. Bisa dikatakan bahwa satu-satunya kerajaan yang bebas dari gangguan penjajahan Belanda adalah kerajaan Buton. Mengapa demikian? Karena untuk mencapai benteng ini saja  harus bersusah payah naik turun tebing. Di dalam benteng ini terdapat tempat persembunyian Aru Palaka. Aru Palaka adalah Raja Bone dan sahabat Sultan Murhum. Dia meminta bantuan sultan Murhum dari pengejaran sultan Hasanuddin. Selain itu juga ada Masjid Buton sebagai salah satu bukti agama Islam telah masuk di kerajaan Buton. Membicarakan tentang kerajaan Buton maka tidak akan ada habisnya untuk dibahas. Tahukah kalian kalau sebelum teori Trias Politika digagas oleh Montesque, Kerajaan Buton telah menerapkan teori ini? Percaya atau tidak kita harus memikirkannya. Bukan hanya sekedar isu, namun kenyataan inipun juga berhubungan dengan demokrasi yang diterapkan dalam kerajaan ini. Kalau kebanyakan pemilihan raja pada sistem kerajaan/monarki adalah turun temurun, maka kalau Kerajaan Buton menerapkan pemilihan raja secara demokratif,  yaitu melalui pungutan suara. Ada juga ritual yang dilakukan untuk melantik seorang raja baru yaitu dengan dimandikan/disucikan di batu Popaua. 


    Jika kita ingin melihat dan mempelajari keunikan kerajaan Buton, maka tak sempurna rasanya jika belum menyentuh Batu Wolio. Bisa dikatakan Batu Wolio ini adalah cikal bakal kerajaan Buton. Benteng kerajaan ini didirikan dengan luas 22,8 Ha dan keliling 2740 m. Benteng inipun juga telah mendapat penghargaan sebagai benteng terluas di dunia. Bangga sekali  memiliki Benteng Buton yang mana menambah destinasi wisata sejarah di Indonesia. Setelah puas mempelajari sejarah benteng Buton, maka kini saatnya untuk bersantai-ria di Pantai Kamali. Seperti yang telah disampaikan di atas bahwa Pantai Kamali memiliki ikon yang berupa kepala dan tubuh naga yang mana ekornya bersambung di depan Kantor Walikota. Pantai Kamali ini sangat ramai ketika malam hari karena disekitar pantai digunakan masyarakat untuk mencari rupiah. Ini menjadi salah satu cara Pemerintah Daerah untuk mengupayakan pemerataan ekonomi masyarakat Baubau. Sesudah puas bersantai di pantai Kamali maka saatnya kami Check in di Hotel Debora. 

    Peserta SMN Jatim di PT Aspal 

    Kamis (3/8) adalah hari kedua kami berada di Pulau Buton. Tajuk semangat untuk hari kamis ini adalah "Kamis Aspal". Pagi setelah sarapan, kami memulai perjalanan impian untuk hari kedua di Baubau ke PT Aspal. PT Aspal adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan aspal. Tahukah kalian kalau Buton  merupakan penghasil Aspal terbesar di Indonesia bahkan di dunia?. Berawal dari temuan batu hitam pekat pada tahun 1924, Aspal di Buton (Asbuton) belum pernah habis sampai saat ini. Bahkan pimpinan PT Aspal ini menyampaikan bahwa luas pertambangan Asbuton telah mencapai lebih 400 Ha. Asbuton juga merupakan satu-satunya penghasil Aspal murni di Indonesia. Bagaimana dengan Cilacap? Aspal yang dihasilkan di Cilacap merupakan residu dari pengolahan minyak bumi sehingga kandungan aspalnya tidak akan sesempurna dengan Asbuton. Aspal yang dihasilkan di Buton ini telah dialokasikan untuk pembangunan jalan di wilayah Indonesia Timur dan telah diekapor ke Cina. Bangga kan memiliki Indonesia yang kaya akan tambang mineral.

    Peserta SMN Jatim di Pantai Nirwana. Elok banget bukan?


    Setelah puas mempelajari struktur geologi batu Aspal, maka kini saatnya belajar menenun. Walaupun Laki-laki tidak diperbolehkan untuk belajar menenun, namun saya juga berkesempatan melihat proses pembuatantenun. Pembuatan tenun paling singkat membutuhkan waktu satu minggu dan paling lama adalah satu bulan. Harga tenun ini pun tak tanggung-tanggung. Ada tenun yang memiliki harga mencapai satu juta rupiah. Harga yang dipatok ini telah disesuaikan dengan bahan dasar tenun, kerumitan dan lama pengerjaan. Semakin unik motifnya maka semakin mahal pula harganya. Tenun Baubau pun juga telah dipresentasikan di pameran-pameran baik lokal maupun nasional, yang tentunya juga dapat menjadi sumber kesejahteraan masyarakat setempat. Setalah mempelajari cara membuat tenun, maka kini saatnya bersantai-santai di Pantai Nirwana yang menawan. Pantai Nirwana ini memiliki pasir yang putih dan gelombang ombak yang cukup besar. Banyak sekali turis asing yang menghabiskan waktunya untuk menyelam kedalam laut untuk melihat keindahan bawah laut Indonesia. Sebagai warga Indonesia, saya pun turut bangga memiliki Indonesia. Indonesia memiliki kawasan laut terluas, sehingga  banyak memiliki destinasi wisata pantai yang indah yang dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk melihat keindahan Indonesia. I love you Indonesia. Setelah bersantai dan bermain di Pantai Nirwana maka saatnya kami kembali ke hotel untuk beristirahat dan berkemas karena keesokan harinya kami harus kembali ke Kendari untuk melanjutkan perjalanan impian.

    Aww maloe. Pantai di Indonesia Tengah dan Timur memang menawan guyss


    Jumat (4/8) adalah hari kelima kami di Sulawesi Tenggara yang berarti semakin dekat pula hari dimana kami harus meninggalkan Bumi Anoa. Hari Jumat ini kami habiskan di Perahu untuk kembali ke Kendari. Kurang lebih lima jam kami melakukan perjalanan dengan perahu. Selama perjalanan, gelombang laut memiliki frekuensi yang tinggi sehingga menimbulkan laju gelombang yang besar. Saya merasa sedikit mual selama di perahu, sehingga saya memutuskan untuk tidur. Kami tiba di Pelabuhan Kendari setelah sempurna lima jam perjalanan. Kami langsung diajak untuk mencoba kuliner khas Makassar yaitu Coto. Coto merupakan kuliner yang terbuat dari daging sapi yang direbus lama, kemudian dibumbui dengan racikan bumbu khas. Menyantap Coto tak lengkap rasanya jika tanpa katupat dan telur. Coto yang mirip kuliner  Jawa (Rawon) inipun langsung habis dalam hitungan beberapa menit. Setelah puas dan kenyang dengan menyantap Coto, maka saatnya kami harus kembali ke Hotel Zahra Syariah dan menyelesaikan tugas-tugas SMN. Malam yang indah diisi dengan pengalaman yang indah pula. Kami peserta SMN diajak makan bersama di Rumah Makan Raja Laut. Rumah Makan ini menyediakan kuliner-kuliner khas Kendari yang cenderung berbahan dasar ikan. Sebelum, selama dan setelah makan bersama, kami peserta SMN juga berkaraoke bersama menyanyikan lagu Laksmana Raja Dilaut, Keramat dan lainnya. Benar-benar Hari yang indah. The best day is when you're happy inside.
    Menghalu memang mengasyikan. Kali ini lagi halu jadi anak Teknik hahaha

    Sabtu (5/8) adalah hari terakhir kami di Sulawesi Tenggara. Hari ini kami lalui dengan bangun pagi buta dan melakukan perjalanan di PT Antam. Apa itu PT Antam?. PT Antam adalah salah satu bagian dari BUMN yang bergerak dalam bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki UBP (Unit Bisnis Pertambangan) Nikel Pomaala sebagai bagian dari PT Antam yang bertempat di Kabupaten Kolaka. Untuk mencapai Kolaka, kami harus menempuh jarak yang cukup panjang dan waktu lebih dari lima jam. Kami tiba di PT Antam pada siang hari. Kami disambut dan diberi kaos bertuliskan "Antam". Di PT Antam, kami  diberi penjelasan profil singkat dari UBP Nikel, dan melakukan tinjauan lapangan. UBP Nikel Pomaala memiliki areal tanah seluas 13.000 - 15.000 Ha dengan hasil produksi 24.000 per tahun. Bisa dibayangkan betapa banyaknya hasil tambang di Indonesia. Menurut manajer umum UBP Nikel Pomaala, hasil produksi nikel diekspor ke Cina, Korea Selatan dan Eropa dalam bentuk biji nikel, mengingat Indonesia tidak memiliki badan khusus yang mengubah biji nikel menjadi barang jadi. Produksi nikel ini pun telah berlangsung sejak tahun 1968 sehingga areal lahan pertambangan harus direklamasi untuk mengembalikan fungsi tanah kebentuk semula. Jadi bisa dikatakan Unit bisnis pertambangan ini juga berorientasi pada keselamatan lingkungan hidup. Selain areal pabrik, UBP Nikel ini juga dilengkapi beberapa fasilitas lain diantaranya wisma, sekolah, tempat ibadah bahkan rumah makan. UBP Nikel inipun juga menjaga keselamatan kerja para karyawan karena mereka percaya bahwa kecelakaan kerja pasti ada, namun bisa dihindari dengan melakukan dan menggunakan strategi-strategi yang telah terintegrasi. Apakah kalian tertarik untuk terjun di bidang pertambangan.

    Malam terakhir di Sulawesi Tenggara kami habiskan untuk mengikuti serangkaian Malam Apresiasi Siswa Mengenal Nusantara 2017. Menariknya peserta SMN dari Sulawesi Tenggara pun turut hadir. Acara berlangsung di Grand Clarion lantai dua dengan dihadiri para PIC dan Co PIC SMN Jawa Timur dan Sulawesi Tenggara. Kami sebagai peserta SMN saling menceritakan pengalaman kami selama mengikuti serangkaian kegiatan Siswa Mengenal Nusantara. Haru, bangga dan bahagia menyelimuti perasaan kami selama mengikuti kegiatan SMN. Akhirnya, acara SMN ini secara resmi ditutup dengan tarian Lulo khas Sulawesi Tenggara.
    --------

    Sulawesi Tenggara merupakan bumi yang indah. Bumi yang mempunyai potensi dan kearifan lokal yang unik. Bumi penghasil aspal murni terbesar di dunia yang mana takkan habis hingga 80 tahun kedepan. Bumi yang memiliki benteng terluas di dunia. Bumi penghasil nikel dan bumi persaudaraan. Indonesia tentu bangga memiliki Sulawesi Tenggara. Saya pun menyadari bahwa keindahan Indonesia tidak hanya di Jawa dan Sumatera, melainkan seluruh wilayah di Tanah Air tercinta ini. Siswa Mengenal Nusantara, program BUMN yang menyadarkan saya akan keragaman Nusantara. Memiliki pengalaman berharga akan keberagaman nusantara memupuk rasa percaya kita sebagai bangsa yang besar. Bangsa yang besar adalah bangsa yang percaya akan kekuatan dirinya. Saya sangat percaya bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar akan keindahan alamnya yang takkan terkalahkan oleh negara lain. I just wanna say,  I proud Indonesia

    Serangkaian kegiatan Siswa Mengenal Nusantara Provinsi Jawa Timur telah usai. Kenangan dan pengalaman yang indah akan tersimpan dalam memori sebagai bekal cerita untuk teman-teman saya. Saya sangat bersyukur telah melalui perjalanan impian ini dengan lancar dan sukses.  Terimakasih kepada Allah SWT yang telah mengabulkan dan memberikan pengalaman berharga dalam hidup saya. Terimakasih kepada kedua orang tua yang selalu mendoakan saya untuk menjadi generasi emas bangsa. Terimakasih kepada BUMN yang telah mengadakan program hebat ini. Kami berjanji akan menceritakan pengalaman indah kami kepada teman-teman untuk bersama saling mengungkapkan kebanggaan kami terhadap negeri tercinta ini. Terimakasih kepada Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk yang telah menunjuk saya untuk mewakili Kabupaten Nganjuk dalam program Siswa Mengenal Nusantara. Pengalaman yang paling indah adalah saya dapat berkeliling Sulawesi Tenggara, menceritakan kepada teman-teman betapa indahnya Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari Nusantara. Terimakasih.
    Saya Moch. Izzul Haq Al Ma'ruf, saya bangga dan cinta Indonesia !

    Alhamdulillah rangkaian SMN ini selesai. Pengen suatu saat bisa berkeliling Indonesia lagi




    Continue Reading
    Newer
    Stories

    Total Pengunjung

    About Writer

    Photo Profile
    Izzulhaq Al Ma'ruf

    6th Semester Physics Student of Universitas Gadjah Mada, awarded as Most Outstanding Student of FMIPA UGM, who has interest in social science project and material physics. In Future, will be a material scientist and create a social science community for my hometown and nation. Read More







    Follow Us

    • facebook
    • twitter
    • bloglovin
    • youtube
    • pinterest
    • instagram

    Labels

    Artikel Beasiswa Coretan Esai Idul Adha Motivasi Muda Anjuk Ladang Pengalaman Resume Tanoto Teladan Tips dan Trik UGM

    recent posts

    Blog Archive

    • Agustus 2020 (1)
    • Juli 2020 (1)
    • April 2020 (1)
    • Juli 2019 (1)
    • Desember 2018 (2)
    • September 2017 (1)
    • Agustus 2017 (1)
    facebook Twitter instagram pinterest bloglovin google plus tumblr

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top